Perseteruan antara Komisi III DPR dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memasuki babak baru. Tak hanya di Komisi III, kini konflik dengan KPK meluas ke Timwas skandal Bank Century.
Wakil Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edi berharap pihak-pihak yang berseteru lebih mengedepankan kepentingan yang jauh lebih besar. “Harus ada salah satu yang mengalah,” ujarnya.
semestinya DPR mendukung kerja KPK dalam membersihkan pejabat lembaga negara dari prilaku korupsi. Dia menilai hal wajar kalaupun KPK bersikeras untuk tetap menunjukan soliditasnya dengan menolak sikap Komisi III DPR
jadi seharusnya antara DPR dan KPK engga ada perseteruan yang merugikan banyak untuk negeri ini,perseteruan ini kedepannya tidak terulang lagi,baik di DPR maunpun di KPK .dua petinggi ini seharusnya sama-sama mendukung untuk kemajuan bangsa ini.
Selasa, 18 Oktober 2011
Minggu, 02 Oktober 2011
Jadi manajer? Mungkinkah?
Kenapa tidak?
Yang di maksud Manajer adalah orang yg menjalankan kegiatan manajemen. Kegiatan itu dapat berupa perencanaan, pengorganisasian, pengimplemetasian, controlling, dll. Dalam berbagai jenis organisasi, istilah manajer dapat dipresentasikan oleh istilah lain seperti presiden, ketua, wakil presiden, wakil ketua, kepala bagian, dan seterusnya.
dan jika suatu saat nanti saya menjadi manajer saya akan menjalaninya, toh pada dasarnya semua pekerjaan sama, asalkan kita niat, jujur, dan kerja keras melakukannya insyaAllah kita bsa menjadi manajer yang sukses, Amin...
sumber : http://daniumar20.blogspot.com/2010/10/perbedaan-manajemen-dengan-manajer.html
Yang di maksud Manajer adalah orang yg menjalankan kegiatan manajemen. Kegiatan itu dapat berupa perencanaan, pengorganisasian, pengimplemetasian, controlling, dll. Dalam berbagai jenis organisasi, istilah manajer dapat dipresentasikan oleh istilah lain seperti presiden, ketua, wakil presiden, wakil ketua, kepala bagian, dan seterusnya.
dan jika suatu saat nanti saya menjadi manajer saya akan menjalaninya, toh pada dasarnya semua pekerjaan sama, asalkan kita niat, jujur, dan kerja keras melakukannya insyaAllah kita bsa menjadi manajer yang sukses, Amin...
sumber : http://daniumar20.blogspot.com/2010/10/perbedaan-manajemen-dengan-manajer.html
perkembangan teknologi komputer di indonesia
Perkembangan Teknologi Komputer & Internet
Perkembangan internet tak dapat di pisahkan dengan perkembangan teknologi
komputer yang mengawalinya.
Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarang profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertentu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine.
Perkembangan selanjutnya, muncul apa yang disebut Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, computer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW. Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang menjadi cikal bakal komputer PC yang ada sekarang ini.
Perkembangan Awal Intenet
Pada awalnya Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 3 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung.
Perkembangan Mutakhir
Tahun 1989, Timothy Berners-Lee, ahli komputer dari Inggris menciptakan World Wide Web yaitu semacam program yang memungkinkan suara, gambar, film, musik ditampilkan dalam internet. Karena penemuan inilah internet menjadi lebih menarik tampilannya dan sangat bervariasi.
Sekarang ini internet telah mencapai perkembangan pesat, jauh dari awal mula
penemuannya.
Internet sendiri beroperasi dengan protokol yang mengatur tentang perpindahan data antara rangkaian. Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, POP3 SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
Beberapa layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, perkongsian file (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkonikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.
Perkembangan di Indonesia
Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. tahun 1994 terdapat dua Internet Servis Provider (ISP) (IPTEK-NET dan IndoNet) dengan kecepatan total ke Internet sebesar 128Kbps. Berawal dari implementasi menggunakan jaringan packet radio sederhana 1200bps bahkan sebagian menggunakan walkie talkie antar universitas khususnya di Bandung & Jakarta di tahun 1992 yang awalnya dimotori oleh BPPT
(IPTEK-NET), UI, LAPAN & ITB.
Sejak 1996, Pembangunan infrastruktur telekomunikasi tampak terpacu dengan adanya kebutuhan Internet dengan terkaitnya 19 kota pada jaringan Frame Relay 2Mbps milik PT. Aplikanusa Lintasarta dan lebih dari 40 kota pada jaringan Asynchronous
Transfer Mode (ATM) 2Mbps milik PT. Telekomunikasi Indonesia.
Dampak Perkembangan
Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding
dengan
buku
dan
perpustakaan,
Internet
melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi.
Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e- commerce. Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government
Internet juga semakin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan, dan internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terdapat juga tempat awam yang menyediakan pusat akses internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web.
Terdapat juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi, seperti Wifi-cafe. Pengguna hanya perlu membawa laptop (notebook), atau PDA, yang mempunyai kemampuan wifi untuk mendapatkan akses internet.
Perkembangan internet tak dapat di pisahkan dengan perkembangan teknologi
komputer yang mengawalinya.
Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarang profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertentu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine.
Perkembangan selanjutnya, muncul apa yang disebut Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania. Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan 5 juta titik solder, computer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW. Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang menjadi cikal bakal komputer PC yang ada sekarang ini.
Perkembangan Awal Intenet
Pada awalnya Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 3 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung.
Perkembangan Mutakhir
Tahun 1989, Timothy Berners-Lee, ahli komputer dari Inggris menciptakan World Wide Web yaitu semacam program yang memungkinkan suara, gambar, film, musik ditampilkan dalam internet. Karena penemuan inilah internet menjadi lebih menarik tampilannya dan sangat bervariasi.
Sekarang ini internet telah mencapai perkembangan pesat, jauh dari awal mula
penemuannya.
Internet sendiri beroperasi dengan protokol yang mengatur tentang perpindahan data antara rangkaian. Protokol-protokol ini dibentuk berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force (IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali sebagai RFC (Request for Comments). Protokol-protokol internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, POP3 SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
Beberapa layanan populer di internet yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat elektronik, Usenet, Newsgroup, perkongsian file (File Sharing), WWW (World Wide Web), Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service), seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu melalui internet dimungkinkan untuk berkonikasi secara langsung antara dua pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog, Pidgin (Gaim), Trilian, Kopete, Yahoo! Messenger, MSN Messenger dan Windows Live Messenger.
Perkembangan di Indonesia
Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. tahun 1994 terdapat dua Internet Servis Provider (ISP) (IPTEK-NET dan IndoNet) dengan kecepatan total ke Internet sebesar 128Kbps. Berawal dari implementasi menggunakan jaringan packet radio sederhana 1200bps bahkan sebagian menggunakan walkie talkie antar universitas khususnya di Bandung & Jakarta di tahun 1992 yang awalnya dimotori oleh BPPT
(IPTEK-NET), UI, LAPAN & ITB.
Sejak 1996, Pembangunan infrastruktur telekomunikasi tampak terpacu dengan adanya kebutuhan Internet dengan terkaitnya 19 kota pada jaringan Frame Relay 2Mbps milik PT. Aplikanusa Lintasarta dan lebih dari 40 kota pada jaringan Asynchronous
Transfer Mode (ATM) 2Mbps milik PT. Telekomunikasi Indonesia.
Dampak Perkembangan
Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruh dunia mempunyai akses internet yang mudah atas bermacam-macam informasi. Dibanding
dengan
buku
dan
perpustakaan,
Internet
melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim.Perkembangan Internet juga telah mempengaruhi perkembangan ekonomi.
Berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tatap muka (dan sebagian sangat kecil melalui pos atau telepon), kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui Internet. Transaksi melalui Internet ini dikenal dengan nama e- commerce. Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government
Internet juga semakin banyak digunakan di tempat umum. Beberapa tempat umum yang menyediakan layanan internet termasuk perpustakaan, dan internet cafe/warnet (juga disebut Cyber Cafe). Terdapat juga tempat awam yang menyediakan pusat akses internet, seperti Internet Kiosk, Public access Terminal, dan Telepon web.
Terdapat juga toko-toko yang menyediakan akses wi-fi, seperti Wifi-cafe. Pengguna hanya perlu membawa laptop (notebook), atau PDA, yang mempunyai kemampuan wifi untuk mendapatkan akses internet.
Korupsi dalam perekonomian indonesia
Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti menilai praktik korupsi bisa ditekan asalkan pejabat di lembaga maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) memiliki kinerja baik dan berkomitmen bekerja untuk rakyat.
"Praktik korupsi banyak dilakukan oleh pejabat dan politisi baik di tingkat pusat maupun daerah," kata Ikrar Nusa Bhakti pada diskusi "Indonesiaku Dibelenggu Koruptor", di Jakarta, Sabtu.
Pembicara lainnya pada diskusi tersebut adalah pengamat ekonomi Hendri Saparini dari Econit Advisory Group dan aktivis lembawa swadaya masyarakat Indonesia Corruption Watch Ade Irawan.
Menurut dia, jika lembaga penegak hukum memiliki kinerja baik dalam penegakan supremasi hukum dan berkomitmen untuk kedaulatan rakyat maka praktik korupsi bisa ditekan.
Ikrar menambahkan, jika KPU memiliki kinerja baik dan menyelenggarakan pemilu dengan baik dan transparan sesuai dengan azas pemilu maka akan menghasilkan anggota legislatif dan baik dan legitimate.
Peneliti utama LIPI ini menyatakan, lembaga penegak hukum yang memiliki kontribusi dalam pemberantasan korupsi adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, dan Kejaksaan.
Selain itu, kata dia, lembaga negara yang secara tidak langsung juga turut berperan dalam pemberantasan korupsi adalah Mahkamah Konstitusi (MK).
Pada kesempatan tersebut, Ikrar menyatakan dirinya percaya bahwa KPK memiliki integritas yang baik dalam upaya pemberantasan korupsi.
"Kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK semuanya berakhir pelakunya dijatuhui hukuman," katanya.
Sedangkan terhadap lembaga Kepolisian, kata dia, agak diragukan integritasnya dalam pemberantasan korupsi.
Ia mencontohkan, persoalan rekening gendut dari perwira polisi seperti hasil penelitian sebuah lembaga swasdaya masyarakat (LSM) yang dipublikasi media massa, tapi penyelesaiannya kurang transparan.
Menurut dia, MK turut berperan dalam pemberantasan korupsi di daerah, karena keputusan MK juga menentukan dalam sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada).
"Karena itu, keputusan MK turut menentukan siapa kepala daerah yang terpilih pada pelaksanaan Pilkada yang terjadi sengketa," katanya.
Ikrar mengusulkan agar, MK bisa memilih hakim yang memiliki kinerja baik dan keberanian secara politik untuk ungkap kebobrokan pada kolusi pilkada.
Jika lembaga penegak hukum dan KPU memiliki kinerja baik dan berkomitmen bekerja untuk rakyat, kata dia, maka dalam kali kali pemilu ke depan, mungkin Indonesia bisa menjadi tiga besar negara tidak korupsi di Asia.
sumber : http://adeperdhana.blogspot.com/2011/08/korupsi-di-indonesia.html
"Praktik korupsi banyak dilakukan oleh pejabat dan politisi baik di tingkat pusat maupun daerah," kata Ikrar Nusa Bhakti pada diskusi "Indonesiaku Dibelenggu Koruptor", di Jakarta, Sabtu.
Pembicara lainnya pada diskusi tersebut adalah pengamat ekonomi Hendri Saparini dari Econit Advisory Group dan aktivis lembawa swadaya masyarakat Indonesia Corruption Watch Ade Irawan.
Menurut dia, jika lembaga penegak hukum memiliki kinerja baik dalam penegakan supremasi hukum dan berkomitmen untuk kedaulatan rakyat maka praktik korupsi bisa ditekan.
Ikrar menambahkan, jika KPU memiliki kinerja baik dan menyelenggarakan pemilu dengan baik dan transparan sesuai dengan azas pemilu maka akan menghasilkan anggota legislatif dan baik dan legitimate.
Peneliti utama LIPI ini menyatakan, lembaga penegak hukum yang memiliki kontribusi dalam pemberantasan korupsi adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, dan Kejaksaan.
Selain itu, kata dia, lembaga negara yang secara tidak langsung juga turut berperan dalam pemberantasan korupsi adalah Mahkamah Konstitusi (MK).
Pada kesempatan tersebut, Ikrar menyatakan dirinya percaya bahwa KPK memiliki integritas yang baik dalam upaya pemberantasan korupsi.
"Kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK semuanya berakhir pelakunya dijatuhui hukuman," katanya.
Sedangkan terhadap lembaga Kepolisian, kata dia, agak diragukan integritasnya dalam pemberantasan korupsi.
Ia mencontohkan, persoalan rekening gendut dari perwira polisi seperti hasil penelitian sebuah lembaga swasdaya masyarakat (LSM) yang dipublikasi media massa, tapi penyelesaiannya kurang transparan.
Menurut dia, MK turut berperan dalam pemberantasan korupsi di daerah, karena keputusan MK juga menentukan dalam sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada).
"Karena itu, keputusan MK turut menentukan siapa kepala daerah yang terpilih pada pelaksanaan Pilkada yang terjadi sengketa," katanya.
Ikrar mengusulkan agar, MK bisa memilih hakim yang memiliki kinerja baik dan keberanian secara politik untuk ungkap kebobrokan pada kolusi pilkada.
Jika lembaga penegak hukum dan KPU memiliki kinerja baik dan berkomitmen bekerja untuk rakyat, kata dia, maka dalam kali kali pemilu ke depan, mungkin Indonesia bisa menjadi tiga besar negara tidak korupsi di Asia.
sumber : http://adeperdhana.blogspot.com/2011/08/korupsi-di-indonesia.html
Kekerasan Mahasiswa
Kekerasan Dalam Orientasi Mahasiswa Harus Diakhiri
Sekali lagi dunia pendidikan tinggi Indonesia dicemari oleh hal ini. Media massa Indonesia kembali lagi memberitakan kematian seorang mahasiswa saat mengikuti kegiatan orientasi. Menurut sumber-sumber yang dikutip oleh media TV dan surat kabar, Wisnu, mahasiswa yang tewas, diduga mengalami kekerasan saat mengikuti kegiatan orientasi mahasiswa Dugaan ini mencuat karena dari foto-foto jenazah Wisnu, terlihat beberapa luka lebam yang diduga merupakan hasil benturan/pukulan benda tumpul. Kenapa masalah seperti in masih saja terus terjadi?
Permasalahan
Dari jaman saya belum menjadi mahasiswa hingga masa kini, orientasi mahasiswa jarang sekali bebas dari aksi kekerasan. Apakah orientasi ini ada di universitas negeri ataupun swasta, selalu saja ada kasus kekerasan terhadap mahasiswa baru yang dilakukan oleh mahasiswa senior. Yang lebih mengejutkan, tindakan kekerasan bukan cuma dilakukan oleh mahasiswa senior yang masih aktif di kampus tapi juga dilakukan oleh alumni kampus. Mengapa alumni kampus bisa terlibat di dalam kegiatan orientasi kampus. Apakah mereka tidak punya pekerjaan lain? Mengapa panitia orientasi tidak bisa tegas terhadaa keikutsertaan alumni dalam kegiatan orientasi?
Alasan
Kekerasan dalam kegiatan orientasi seringkali dilatarbelakangi oleh semangat “balas dendam” oleh mahasiswa senior tahun kedua yang dulu pernah “dikerasi” oleh abang/kakanya sewaktu mereka masih mahasiswa baru. Bagi mahasiswa SOK SENIOR ini, belum lengkap rasanya menjadi mahasiswa senior bila belum memarahi, membentak, mengerjai, atau memukuli mahasiswa baru. Oleh karena itu, pekan/bulan pertama mahasiswa baru mulai kuliah menjadi wadah bagi para mahasiswa “senior” untuk melampiaskan “dendam” lama mereka.
Selain oleh karena semangat “balas dendam”, mahasiswa senior melakukan tindakan kekerasan seperti memukuli (menyentil telinga, mendorong dahi (toyor), menarik rambut (jambak), menampar, menonjok, menendang) atau meneriaki (menyindir, mencemooh, meledek, memaki) sebagai alasan untuk membuat mahasiswa baru aka junior menghormati para mahasiswa senior. Para mahasiswa “senior” ini selalu berpandangan bahwa kekerasan adalah cara yang terbaik agar mahasiswa baru bersikap hormat (atau takut?) pada seniornya. Premis ini kemudian menjadi harga mati yang dipegang oleh para mahasiswa senior setiap kali mereka terlibat dalam kegiatan orientasi mahasiswa. Cih, menjijikan.
Solusi
Sebagai mantan mahasiswa, keterlibatan saya dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru hanyalah sejauh menjadi juru dokumentasi i.e., fotografer. Saat teman-teman saya sibuk bersikap galak terhadap mahasiswa baru, saya malah asyik memotret kegiatan tersebut. Secara pribadi, saya tidak pernah setuju terhadap tindakan kekerasan dalam orientasi mahasiswa, yang mana menjadi alasan bagi saya untuk memilih posisi seksi dokumentasi. Pendapat tersebut dilandasi oleh kepercayaan saya terhadap fakta bahwa kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan. Kalaupun kekerasan tidak menciptakan kekerasan, pasti ada dendam atau benci. I’ve been there and, trust me, it is not pleasant for it will never bring you peace. Seandainya saya tidak mendapat posisi dokumentasi, maka saya tetap tidak akan terlibat dalam kepanitiaan. Untuk apa? Saya sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh teman-teman saya nantinya. Daripada terjadi perang batin, lebih baik saya tidak ikut sama sekali.
Untuk menghilangkan kekerasan dalam kegiatan orientasi mahasiswa, saya memberikan dua anjuran: hapuskan orientasi mahasiswa baru secara total atau pihak kampus dan fakultas terlibat langsung dalam kepanitiaan. Pilihan pertama jelas tidak mungkin karena orientasi kampus itu sendiri justru memiliki tujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru kepada kehidupan akedemik yang akan mereka hadapi nantinya. Karena itu, pilihan kedua jauh lebih baik. Bagaimana bila ada pihak mahasiswa tidak setuju? Lah, sewaktu mahasiswa diberi banyak kebebasan malah timbul kekerasan. Ternyata, mahasiswa “senior” ini hanya senior masa kuliahnya tapi tidak senior dalam kedewasaan pribadi dan cara berpikir. Lagipula, apabila terjadi kasus, bukan cuma mahasiswa “senior” yang akan terkena dampaknya tapi pihak kampus harus bertanggung jawab lantaran kasus itu terjadi di dalam areal kampus. Jadi, kalau pihak mahasiswa ingin tetap terlibat dalam orientasi kampus, pihak rektorat dan fakultas juga harus terlibat di dalam kepanitiaan. Masih tidak setuju juga? Heh, yang punya tempat siapa? Babe lu? Yang jadi Rektor siapa? Yang jadi Dekan siapa? Jangan tengil luh. Bokap lu boleh jadi pejabat, tapi yang bakal kena ciprat kalau ada kasus ya elu ama kampus, bukan bokap lu. MAHASISWA BEGO LU!!!
Terhadap keterlibatan alumni kampus, pihak rekorat ataupun fakultas HARUS menunjukan ketegasan. Yang namanya alumni itu adalah mantan mahasiswa. Jadi, keberadaan mereka di kampus adalah sebagai orang sipil, bukan lagi civitas academica. Karena itu, mereka tidak boleh ikut, baik sebagai panitia ataupun sebagai pemegang posisi lainnya, dalam acara orientasi. Keterilibatan alumni dalam acara orientasi berpotensi menimbulkan masalah besar lantaran status mereka yang sudah mandiri dapat membuat mereka melakukan hal-hal yang tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh pihak kampus. Daripada kena getahnya, hanya mereka yang aktif di dalam kampus saja yang berhak terlibat dalam acara. Alumni ya hanya menjadi penonton saja. Jika mau lebih aman, Rektorat harus melarang alumni masuk dalam areal kampus selama acara orientasi berlangsung, ini pun bila memungkinkan.
Hapuskan kebiasaan berteriak-teriak terhadap mahasiswa baru selama acara orientasi berlangsung. Buang juga aksi lagak seram atau memukul terhadap mahasiswa baru dengan alasan untuk mendapatkan penghormatan. HEY ORANG BODOH!!! KEHORMATAN ITU HARUS DIRAIH, RESPECT MUST BE EARNED!!! Bagaimana cara meraih penghormatan dari mahasiswa baru? Ya, mulailah dengan menghormati keberadaan mereka dulu. Terima mereka dengan keramahana, tangan terbuka dan senyum lebar. Jika sikap mahasiswa senior baik, saya yakin sikap mahasiswa baru-pun juga akan baik. Kamu pikir, di jalan sana, orang akan hormat padamu kalau kamu berpura-pura galak. Jika itu yang kamu yakini, orang di luar tidak akan menghormatimu. Kalaupun ada yang hormat atau takut padamu, maka kedua hal tersebut adalah semu belaka. Begitu kamu memunggungi mereka, semua jari tengah teracung ke arahmu, FUCK YOU! Itukah yang kamu, para mahasiswa senior, harapkan dari rekan kuliahmu yang yunior? Lakukanlah hal-hal yang terhormat dalam hidupmu dan orang lain akan menghormatimu dengan sendirinya. Bagaimana jika masih ada mahasiswa baru yang masih tengil dan tidak hormat padamu? Hey, tujuan kamu kuliah di kampus kan untuk mengembangkan potensi akademik. Jadi, buat apa kamu pikirkan mengapa ada orang yang tidak hormat kepadamu di dalam kampus.
Yang terakhir, para mahasiswa lama harus punya keberanian untuk menghapuskan tradisi kekerasan dalam masa orientasi kampus. Lebih bagus lagi bila hal ini dimulai sendiri oleh pihak mahasiswa. Selama masih ada semangat membalas dendam, kekerasan dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru akan selalu menjadi lingkaran setan, vicious circle, yang akan membelenggu para mahasiswa. Anda sudah menjadi korban kekerasan dalam acara orientasi kampus? Sekarang, adalah saat yang tepat untuk menghentikannya. Apakah itu berarti Anda menjadi korban yang terakhir dan tidak dapat giliran “balas dendam”? Ya, apa boleh buat. Perubahan hanya akan terjadi lewat perbuatan. Nothing will change if you never do anything. Bicara panjang lebar tidak akan menyelesaikan masalah. Aksi yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Beranilah untuk menjadi korban yang terakhir agar mahasiswa baru tidak lagi terbelenggu dalam lingkaran kekerasan yang sama. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar generasi berikutnya bisa hidup dalam kedamaian yang Anda inginkan. Memang ini menuntut pengorbanan yang besar dari ego Anda, dan teman-teman Anda. Akan tetapi, hasil yang didapatkan di masa depan justru jauh lebih besar. It’s only a small sacrifice.
Penutup
Segelintir universitas di Indonesia kini sudah berani melakukan perubahan terhadap format acara orientasi mahasiswa baru di Indonesia. Universitas melakukannya dengan beberapa cara. Di almamater saya, Unika Atma Jaya, tahu 1999 menjadi tahun terakhir dimana mahasiswa masih memegang kendali penuh acara orientasi mahasiswa baru. Semejak tahun 2000, acara orientasi dipegang penuh, atau dengan sedikit keterlibatan mahasisa senior, oleh pihak kampus. Apabila ada aksi orientasi terhadap mahasiswa baru yang dilakukan oleh mahasiswa lama, ini cuma bisa terjadi lewat acara perkemahan yang dilakukan di luar kampus. Ini pun mendapat pengawasan dari pihak kampus dengan cara mengirimkan dosen pengawas. Dari segi keamanan, tindakan ini sangat benar dan baik. Cuma orang TOLOL saja yang berpikir keberadaan dosen pengawas dalam kegiatan orientasi kemahasiswaan di luar kampus sebagai gangguan. Selama masih pakai nama kampus dan melibatkan banyak mahasiswa baru, jelas Rektorat atau Fakultas berhak ikut campur dalam kegiatan tersebut.
Beberapa universitas yang dulu sering tersangkut dalam kasus tindakan kekerasan dalam masa orientasi mahasiswa baru juga sudah menghapuskan kegiatan tersebut. ISTN misalnya, menurut pengakuan mantan murid saya, sudah lama meniadakan acara Ospek sejak tahun 2000-an. Nah, bagaimana dengan kampus lain? Sudahkah kalian memiliki keberanian untuk melakukan hal yang sama. UI yang sudah berancang-ancang Go Internasional saja masih tetap terjerumus dalam acara Ospek kekanak-kanakan--mahasiswa baru harus membawa barang yang aneh-aneh, memakai dandanan yang aneh-aneh, dan masih harus menerima bentakan dan teriakan dari “senior”nya. Tidak perlu repot bicara panjang lebar. Banyak kan dosen UI yang sudah lulus dari universitas di luar negeri seperti Amerika Serikat dan Inggris. Tanyakan ini pada mereka, “Apakah Anda dulu diteriaki dan dibentak oleh oleh mahasiswa senior sewaktu kuliah di London, Oxford, Harvard, Yale, Georgetown dll?”, “Apakah dulu Anda diharuskan memakai dandanan aneh-aneh dan membawa barang-barang urakan pada hari pertama kuliah?”
sumber: http://todoeducare.posterous.com/kekerasan-dalam-orientasi-mahasiswa-harus-dia-0
Sekali lagi dunia pendidikan tinggi Indonesia dicemari oleh hal ini. Media massa Indonesia kembali lagi memberitakan kematian seorang mahasiswa saat mengikuti kegiatan orientasi. Menurut sumber-sumber yang dikutip oleh media TV dan surat kabar, Wisnu, mahasiswa yang tewas, diduga mengalami kekerasan saat mengikuti kegiatan orientasi mahasiswa Dugaan ini mencuat karena dari foto-foto jenazah Wisnu, terlihat beberapa luka lebam yang diduga merupakan hasil benturan/pukulan benda tumpul. Kenapa masalah seperti in masih saja terus terjadi?
Permasalahan
Dari jaman saya belum menjadi mahasiswa hingga masa kini, orientasi mahasiswa jarang sekali bebas dari aksi kekerasan. Apakah orientasi ini ada di universitas negeri ataupun swasta, selalu saja ada kasus kekerasan terhadap mahasiswa baru yang dilakukan oleh mahasiswa senior. Yang lebih mengejutkan, tindakan kekerasan bukan cuma dilakukan oleh mahasiswa senior yang masih aktif di kampus tapi juga dilakukan oleh alumni kampus. Mengapa alumni kampus bisa terlibat di dalam kegiatan orientasi kampus. Apakah mereka tidak punya pekerjaan lain? Mengapa panitia orientasi tidak bisa tegas terhadaa keikutsertaan alumni dalam kegiatan orientasi?
Alasan
Kekerasan dalam kegiatan orientasi seringkali dilatarbelakangi oleh semangat “balas dendam” oleh mahasiswa senior tahun kedua yang dulu pernah “dikerasi” oleh abang/kakanya sewaktu mereka masih mahasiswa baru. Bagi mahasiswa SOK SENIOR ini, belum lengkap rasanya menjadi mahasiswa senior bila belum memarahi, membentak, mengerjai, atau memukuli mahasiswa baru. Oleh karena itu, pekan/bulan pertama mahasiswa baru mulai kuliah menjadi wadah bagi para mahasiswa “senior” untuk melampiaskan “dendam” lama mereka.
Selain oleh karena semangat “balas dendam”, mahasiswa senior melakukan tindakan kekerasan seperti memukuli (menyentil telinga, mendorong dahi (toyor), menarik rambut (jambak), menampar, menonjok, menendang) atau meneriaki (menyindir, mencemooh, meledek, memaki) sebagai alasan untuk membuat mahasiswa baru aka junior menghormati para mahasiswa senior. Para mahasiswa “senior” ini selalu berpandangan bahwa kekerasan adalah cara yang terbaik agar mahasiswa baru bersikap hormat (atau takut?) pada seniornya. Premis ini kemudian menjadi harga mati yang dipegang oleh para mahasiswa senior setiap kali mereka terlibat dalam kegiatan orientasi mahasiswa. Cih, menjijikan.
Solusi
Sebagai mantan mahasiswa, keterlibatan saya dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru hanyalah sejauh menjadi juru dokumentasi i.e., fotografer. Saat teman-teman saya sibuk bersikap galak terhadap mahasiswa baru, saya malah asyik memotret kegiatan tersebut. Secara pribadi, saya tidak pernah setuju terhadap tindakan kekerasan dalam orientasi mahasiswa, yang mana menjadi alasan bagi saya untuk memilih posisi seksi dokumentasi. Pendapat tersebut dilandasi oleh kepercayaan saya terhadap fakta bahwa kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan. Kalaupun kekerasan tidak menciptakan kekerasan, pasti ada dendam atau benci. I’ve been there and, trust me, it is not pleasant for it will never bring you peace. Seandainya saya tidak mendapat posisi dokumentasi, maka saya tetap tidak akan terlibat dalam kepanitiaan. Untuk apa? Saya sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh teman-teman saya nantinya. Daripada terjadi perang batin, lebih baik saya tidak ikut sama sekali.
Untuk menghilangkan kekerasan dalam kegiatan orientasi mahasiswa, saya memberikan dua anjuran: hapuskan orientasi mahasiswa baru secara total atau pihak kampus dan fakultas terlibat langsung dalam kepanitiaan. Pilihan pertama jelas tidak mungkin karena orientasi kampus itu sendiri justru memiliki tujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru kepada kehidupan akedemik yang akan mereka hadapi nantinya. Karena itu, pilihan kedua jauh lebih baik. Bagaimana bila ada pihak mahasiswa tidak setuju? Lah, sewaktu mahasiswa diberi banyak kebebasan malah timbul kekerasan. Ternyata, mahasiswa “senior” ini hanya senior masa kuliahnya tapi tidak senior dalam kedewasaan pribadi dan cara berpikir. Lagipula, apabila terjadi kasus, bukan cuma mahasiswa “senior” yang akan terkena dampaknya tapi pihak kampus harus bertanggung jawab lantaran kasus itu terjadi di dalam areal kampus. Jadi, kalau pihak mahasiswa ingin tetap terlibat dalam orientasi kampus, pihak rektorat dan fakultas juga harus terlibat di dalam kepanitiaan. Masih tidak setuju juga? Heh, yang punya tempat siapa? Babe lu? Yang jadi Rektor siapa? Yang jadi Dekan siapa? Jangan tengil luh. Bokap lu boleh jadi pejabat, tapi yang bakal kena ciprat kalau ada kasus ya elu ama kampus, bukan bokap lu. MAHASISWA BEGO LU!!!
Terhadap keterlibatan alumni kampus, pihak rekorat ataupun fakultas HARUS menunjukan ketegasan. Yang namanya alumni itu adalah mantan mahasiswa. Jadi, keberadaan mereka di kampus adalah sebagai orang sipil, bukan lagi civitas academica. Karena itu, mereka tidak boleh ikut, baik sebagai panitia ataupun sebagai pemegang posisi lainnya, dalam acara orientasi. Keterilibatan alumni dalam acara orientasi berpotensi menimbulkan masalah besar lantaran status mereka yang sudah mandiri dapat membuat mereka melakukan hal-hal yang tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh pihak kampus. Daripada kena getahnya, hanya mereka yang aktif di dalam kampus saja yang berhak terlibat dalam acara. Alumni ya hanya menjadi penonton saja. Jika mau lebih aman, Rektorat harus melarang alumni masuk dalam areal kampus selama acara orientasi berlangsung, ini pun bila memungkinkan.
Hapuskan kebiasaan berteriak-teriak terhadap mahasiswa baru selama acara orientasi berlangsung. Buang juga aksi lagak seram atau memukul terhadap mahasiswa baru dengan alasan untuk mendapatkan penghormatan. HEY ORANG BODOH!!! KEHORMATAN ITU HARUS DIRAIH, RESPECT MUST BE EARNED!!! Bagaimana cara meraih penghormatan dari mahasiswa baru? Ya, mulailah dengan menghormati keberadaan mereka dulu. Terima mereka dengan keramahana, tangan terbuka dan senyum lebar. Jika sikap mahasiswa senior baik, saya yakin sikap mahasiswa baru-pun juga akan baik. Kamu pikir, di jalan sana, orang akan hormat padamu kalau kamu berpura-pura galak. Jika itu yang kamu yakini, orang di luar tidak akan menghormatimu. Kalaupun ada yang hormat atau takut padamu, maka kedua hal tersebut adalah semu belaka. Begitu kamu memunggungi mereka, semua jari tengah teracung ke arahmu, FUCK YOU! Itukah yang kamu, para mahasiswa senior, harapkan dari rekan kuliahmu yang yunior? Lakukanlah hal-hal yang terhormat dalam hidupmu dan orang lain akan menghormatimu dengan sendirinya. Bagaimana jika masih ada mahasiswa baru yang masih tengil dan tidak hormat padamu? Hey, tujuan kamu kuliah di kampus kan untuk mengembangkan potensi akademik. Jadi, buat apa kamu pikirkan mengapa ada orang yang tidak hormat kepadamu di dalam kampus.
Yang terakhir, para mahasiswa lama harus punya keberanian untuk menghapuskan tradisi kekerasan dalam masa orientasi kampus. Lebih bagus lagi bila hal ini dimulai sendiri oleh pihak mahasiswa. Selama masih ada semangat membalas dendam, kekerasan dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru akan selalu menjadi lingkaran setan, vicious circle, yang akan membelenggu para mahasiswa. Anda sudah menjadi korban kekerasan dalam acara orientasi kampus? Sekarang, adalah saat yang tepat untuk menghentikannya. Apakah itu berarti Anda menjadi korban yang terakhir dan tidak dapat giliran “balas dendam”? Ya, apa boleh buat. Perubahan hanya akan terjadi lewat perbuatan. Nothing will change if you never do anything. Bicara panjang lebar tidak akan menyelesaikan masalah. Aksi yang diperlukan untuk menyelesaikannya. Beranilah untuk menjadi korban yang terakhir agar mahasiswa baru tidak lagi terbelenggu dalam lingkaran kekerasan yang sama. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar generasi berikutnya bisa hidup dalam kedamaian yang Anda inginkan. Memang ini menuntut pengorbanan yang besar dari ego Anda, dan teman-teman Anda. Akan tetapi, hasil yang didapatkan di masa depan justru jauh lebih besar. It’s only a small sacrifice.
Penutup
Segelintir universitas di Indonesia kini sudah berani melakukan perubahan terhadap format acara orientasi mahasiswa baru di Indonesia. Universitas melakukannya dengan beberapa cara. Di almamater saya, Unika Atma Jaya, tahu 1999 menjadi tahun terakhir dimana mahasiswa masih memegang kendali penuh acara orientasi mahasiswa baru. Semejak tahun 2000, acara orientasi dipegang penuh, atau dengan sedikit keterlibatan mahasisa senior, oleh pihak kampus. Apabila ada aksi orientasi terhadap mahasiswa baru yang dilakukan oleh mahasiswa lama, ini cuma bisa terjadi lewat acara perkemahan yang dilakukan di luar kampus. Ini pun mendapat pengawasan dari pihak kampus dengan cara mengirimkan dosen pengawas. Dari segi keamanan, tindakan ini sangat benar dan baik. Cuma orang TOLOL saja yang berpikir keberadaan dosen pengawas dalam kegiatan orientasi kemahasiswaan di luar kampus sebagai gangguan. Selama masih pakai nama kampus dan melibatkan banyak mahasiswa baru, jelas Rektorat atau Fakultas berhak ikut campur dalam kegiatan tersebut.
Beberapa universitas yang dulu sering tersangkut dalam kasus tindakan kekerasan dalam masa orientasi mahasiswa baru juga sudah menghapuskan kegiatan tersebut. ISTN misalnya, menurut pengakuan mantan murid saya, sudah lama meniadakan acara Ospek sejak tahun 2000-an. Nah, bagaimana dengan kampus lain? Sudahkah kalian memiliki keberanian untuk melakukan hal yang sama. UI yang sudah berancang-ancang Go Internasional saja masih tetap terjerumus dalam acara Ospek kekanak-kanakan--mahasiswa baru harus membawa barang yang aneh-aneh, memakai dandanan yang aneh-aneh, dan masih harus menerima bentakan dan teriakan dari “senior”nya. Tidak perlu repot bicara panjang lebar. Banyak kan dosen UI yang sudah lulus dari universitas di luar negeri seperti Amerika Serikat dan Inggris. Tanyakan ini pada mereka, “Apakah Anda dulu diteriaki dan dibentak oleh oleh mahasiswa senior sewaktu kuliah di London, Oxford, Harvard, Yale, Georgetown dll?”, “Apakah dulu Anda diharuskan memakai dandanan aneh-aneh dan membawa barang-barang urakan pada hari pertama kuliah?”
sumber: http://todoeducare.posterous.com/kekerasan-dalam-orientasi-mahasiswa-harus-dia-0
Rabu, 22 Desember 2010
Motivasi
Definisi Motivasi
Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara meotivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.
Pada dasarnya motivasi itu hanya dua, yaitu untuk meraih kenikmatan atau menghindari dari rasa sakit atau kesulitan. Uang bisa menjadi motivasi kenikmatan maupun motivasi menghindari rasa sakit. Jika kita memikirkan uang supaya kita tidak hidup sengsara, maka disini alasan seseorang mencari uang untuk menghindari rasa sakit. Sebaliknya ada orang yang mengejar uang karena ingin menikmati hidup, maka uang sebagai alasan seseorang untuk meraih kenikmatan.
Motivasi Diri
Pengertian Motivasi Diri
Motivasi Diri adalah sebuah kemampuan kita untuk memotivasi diri kita tanpa memerlukan bantuan orang lain. Kita memiliki kemampuan untuk mendapatkan alasan atau dorongan untuk bertindak. Proses mendapatkan dorongan bertindak ini pada dasarnya sebuah proses penyadaran akan keinginan diri sendiri yang biasanya terkubur. Setiap orang memiliki keinginan yang merupakan dorongan untuk bertindak, namun seringkali dorongan tersebut melemah karena faktor luar. Melemahnya dorongan ini bisa dilihat dari hilangnya harapan dan ketidak berdayaan.
Memotivasi diri adalah proses menghilangkan faktor yang melemahkan dorongan kita. Rasa tidak tidak berdaya dihilangkan menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Sementara harapan dimunculkan kembali dengan membangun keyakinan bahwa apa yang diinginkan bisa kita capai. Dengan demikian jika sebuah sumbat motivasi (dalam hal ini ketidak berdayaan dan tanpa harapan) dihilangkan, maka aliran energi dalam tubuh kita bisa mengalir kembali.
Membangun impian adalah salah satu cara memotivasi diri sendiri. Namun, membangun impian bisa tidak berguna jika hambatan-hambatan pada diri sendiri masih ada. Inilah mengapa banyak orang yang tidak mau bermimpi, sebab ada sebuah faktor yang masih belum diselesaikan, yaitu faktor keberdayaan. Jadi, sebaiknya sebelum kita membangun mimpi, kita harus membangin rasa percaya diri terlebih dahulu. Jika tidak, membangun impian bisa percuma. Buat apa mimpi besar jika kita tidak percaya diri untuk mencapainya?
Impian yang besar tanpa kepercayaan diri seperti mimpi di siang bolong, angan-angan, atau khayalan belaka. Mereka mengatakan ingin, tapi tidak ada tindakan yang terjadi. Hanya ada dua penyebab, harapan meraih mimpi yang tidak ada dan/atau mereka merasa tidak mampu meraih impian tersebut.
Teori Motivasi
Banyak orang yang mencoba menjelaskan bagaimana semua motivasi bekerja. Berikut adalah beberapa diantaranya:
• Teori Insentif. Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pada sampai sore karena Anda tahu bahwa Anda akan mendapatkan intensif berupa gaji. Jika Anda tahu akan mendapatkan penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Yang dimaksud insentif bisa tangible atau intangible. Seringkali sebuah pengakuan dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.
• Dorongan Bilogis. Maaf, yang dimaksud bukan hanya masalah seksual saja. Termasuk didalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan bereaksi. Sebagai contoh, saat kita sedang haus, kita akan lebih haus lagi saat melihat segelas sirup dingin kesukaan Anda. Perut kita akan menjadi lapar saat mencipum bau masakan favorit Anda. Bisa dikatakan ini adalah dorongan fitrah atau bawaan kita sejak lahir untuk mempertahankan hidup dan keberlangsungan hidup.
• Teori Hirarki Kebutuhan Teori ini dikenalkan oleh Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow. Teori ini menyajikan alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan kemanan, kebutuhan akan pengakuan sosial, kebutuhan penghargaan, sampai kebutuhan akan aktualisasi diri.
• Takut Kehilangan vs Kepuasan. Teori ini mengatakan bahwa apda dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu takut kehilangan dan demi kempuasan (terpenuhinya kebutuhan). Takut kehilangan adalah adalah ketakutan akan kehilangan yang sudah dimiliki. Misalnya seseorang yang termotivasi berangkat kerja karena takut kehilangan gaji. Ada juga orang yang giat bekerja demi menjawab sebuah tantangan, dan ini termasuk faktor kepuasan. Konon, faktor takut kehilangan lebih kuat dibanding meraih kepuasan, meskipun pada sebagian orang terjadi sebaliknya.
• Kejelasan Tujuan Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan)
http://www.squidoo.com/definisi-motivasi
Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara meotivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.
Pada dasarnya motivasi itu hanya dua, yaitu untuk meraih kenikmatan atau menghindari dari rasa sakit atau kesulitan. Uang bisa menjadi motivasi kenikmatan maupun motivasi menghindari rasa sakit. Jika kita memikirkan uang supaya kita tidak hidup sengsara, maka disini alasan seseorang mencari uang untuk menghindari rasa sakit. Sebaliknya ada orang yang mengejar uang karena ingin menikmati hidup, maka uang sebagai alasan seseorang untuk meraih kenikmatan.
Motivasi Diri
Pengertian Motivasi Diri
Motivasi Diri adalah sebuah kemampuan kita untuk memotivasi diri kita tanpa memerlukan bantuan orang lain. Kita memiliki kemampuan untuk mendapatkan alasan atau dorongan untuk bertindak. Proses mendapatkan dorongan bertindak ini pada dasarnya sebuah proses penyadaran akan keinginan diri sendiri yang biasanya terkubur. Setiap orang memiliki keinginan yang merupakan dorongan untuk bertindak, namun seringkali dorongan tersebut melemah karena faktor luar. Melemahnya dorongan ini bisa dilihat dari hilangnya harapan dan ketidak berdayaan.
Memotivasi diri adalah proses menghilangkan faktor yang melemahkan dorongan kita. Rasa tidak tidak berdaya dihilangkan menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Sementara harapan dimunculkan kembali dengan membangun keyakinan bahwa apa yang diinginkan bisa kita capai. Dengan demikian jika sebuah sumbat motivasi (dalam hal ini ketidak berdayaan dan tanpa harapan) dihilangkan, maka aliran energi dalam tubuh kita bisa mengalir kembali.
Membangun impian adalah salah satu cara memotivasi diri sendiri. Namun, membangun impian bisa tidak berguna jika hambatan-hambatan pada diri sendiri masih ada. Inilah mengapa banyak orang yang tidak mau bermimpi, sebab ada sebuah faktor yang masih belum diselesaikan, yaitu faktor keberdayaan. Jadi, sebaiknya sebelum kita membangun mimpi, kita harus membangin rasa percaya diri terlebih dahulu. Jika tidak, membangun impian bisa percuma. Buat apa mimpi besar jika kita tidak percaya diri untuk mencapainya?
Impian yang besar tanpa kepercayaan diri seperti mimpi di siang bolong, angan-angan, atau khayalan belaka. Mereka mengatakan ingin, tapi tidak ada tindakan yang terjadi. Hanya ada dua penyebab, harapan meraih mimpi yang tidak ada dan/atau mereka merasa tidak mampu meraih impian tersebut.
Teori Motivasi
Banyak orang yang mencoba menjelaskan bagaimana semua motivasi bekerja. Berikut adalah beberapa diantaranya:
• Teori Insentif. Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pada sampai sore karena Anda tahu bahwa Anda akan mendapatkan intensif berupa gaji. Jika Anda tahu akan mendapatkan penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Yang dimaksud insentif bisa tangible atau intangible. Seringkali sebuah pengakuan dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.
• Dorongan Bilogis. Maaf, yang dimaksud bukan hanya masalah seksual saja. Termasuk didalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan bereaksi. Sebagai contoh, saat kita sedang haus, kita akan lebih haus lagi saat melihat segelas sirup dingin kesukaan Anda. Perut kita akan menjadi lapar saat mencipum bau masakan favorit Anda. Bisa dikatakan ini adalah dorongan fitrah atau bawaan kita sejak lahir untuk mempertahankan hidup dan keberlangsungan hidup.
• Teori Hirarki Kebutuhan Teori ini dikenalkan oleh Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow. Teori ini menyajikan alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan kemanan, kebutuhan akan pengakuan sosial, kebutuhan penghargaan, sampai kebutuhan akan aktualisasi diri.
• Takut Kehilangan vs Kepuasan. Teori ini mengatakan bahwa apda dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu takut kehilangan dan demi kempuasan (terpenuhinya kebutuhan). Takut kehilangan adalah adalah ketakutan akan kehilangan yang sudah dimiliki. Misalnya seseorang yang termotivasi berangkat kerja karena takut kehilangan gaji. Ada juga orang yang giat bekerja demi menjawab sebuah tantangan, dan ini termasuk faktor kepuasan. Konon, faktor takut kehilangan lebih kuat dibanding meraih kepuasan, meskipun pada sebagian orang terjadi sebaliknya.
• Kejelasan Tujuan Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan)
http://www.squidoo.com/definisi-motivasi
Selasa, 23 November 2010
Manajemen Konflik
Manajemen konflik merupakan serangkaian aksi dan reaksi antara pelaku maupun pihak luar dalam suatu konflik. Manajemen konflik termasuk pada suatu pendekatan yang berorientasi pada proses yang mengarahkan pada bentuk komunikasi (termasuk tingkah laku) dari pelaku maupun pihak luar dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan (interests) dan interpretasi. Bagi pihak luar (di luar yang berkonflik) sebagai pihak ketiga, yang diperlukannya adalah informasi yang akurat tentang situasi konflik. Hal ini karena komunikasi efektif di antara pelaku dapat terjadi jika ada kepercayaan terhadap pihak ketiga.
Menurut Ross (1993) bahwa manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif. Manajemen konflik dapat melibatkan bantuan diri sendiri, kerjasama dalam memecahkan masalah (dengan atau tanpa bantuan pihak ketiga) atau pengambilan keputusan oleh pihak ketiga. Suatu pendekatan yang berorientasi pada proses manajemen konflik menunjuk pada pola komunikasi (termasuk perilaku) para pelaku dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan penafsiran terhadap konflik.
Fisher dkk (2001:7) menggunakan istilah transformasi konflik secara lebih umum dalam menggambarkan situasi secara keseluruhan.
* Pencegahan Konflik, bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik yang keras.
* Penyelesaian Konflik, bertujuan untuk mengakhiri perilaku kekerasan melalui persetujuan damai.
* Pengelolaan Konflik, bertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong perubahan perilaku positif bagi pihak-pihak yang terlibat.
* Resolusi Konflik, menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru dan yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang bermusuhan.
* Transformasi Konflik, mengatasi sumber-sumber konflik sosial dan politik yang lebih luas dan berusaha mengubah kekuatan negatif dari peperangan menjadi kekuatan sosial dan politik yang positif.
Tahapan-tahapan diatas merupakan satu kesatuan yang harus dilakukan dalam mengelola konflik. Sehingga masing-masing tahap akan melibatkan tahap sebelumnya misalnya pengelolaan konflik akan mencakup pencegahan dan penyelesaian konflik.
Sementara Minnery (1980:220) menyatakan bahwa manajemen konflik merupakan proses, sama halnya dengan perencanaan kota merupakan proses. Minnery (1980:220) juga berpendapat bahwa proses manajemen konflik perencanaan kota merupakan bagian yang rasional dan bersifat iteratif, artinya bahwa pendekatan model manajemen konflik perencanaan kota secara terus menerus mengalami penyempurnaan sampai mencapai model yang representatif dan ideal. Sama halnya dengan proses manajemen konflik yang telah dijelaskan diatas, bahwa manajemen konflik perencanaan kota meliputi beberapa langkah yaitu: penerimaan terhadap keberadaan konflik (dihindari atau ditekan/didiamkan), klarifikasi karakteristik dan struktur konflik, evaluasi konflik (jika bermanfaat maka dilanjutkan dengan proses selanjutnya), menentukan aksi yang dipersyaratkan untuk mengelola konflik, serta menentukan peran perencana sebagai partisipan atau pihak ketiga dalam mengelola konflik. Keseluruhan proses tersebut berlangsung dalam konteks perencanaan kota dan melibatkan perencana sebagai aktor yang mengelola konflik baik sebagai partisipan atau pihak ketiga.
Teori-teori Konflik
Teori-teori utama mengenai sebab-sebab konflik adalah:
a. Teori hubungan masyarakat
Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan di antara kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat.
Sasaran: meningkatkan komunikasi dan saling pengertian antara kelompok yang mengalami konflik, serta mengusahakan toleransi dan agar masyarakat lebih bisa saling menerima keragaman yang ada didalamnya.
b. Teori kebutuhan manusia
Menganggap bahwa konflik yang berakar disebabkan oleh kebutuhan dasar manusia (fisik, mental dan sosial) yang tidak terpenuhi atau dihalangi. Hal yang sering menjadi inti pembicaraan adalah keamanan, identitas, pengakuan, partisipasi, dan otonomi.
Sasaran: mengidentifikasi dan mengupayakan bersama kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi, serta menghasilkan pilihan-pilihan untuk memenuhi kebutuhan itu.
c. Teori negosiasi prinsip
Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh posisi-posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak-pihak yang mengalami konflik.
Sasaran: membantu pihak yang berkonflik untuk memisahkan perasaan pribadi dengan berbagai masalah dan isu dan memampukan mereka untuk melakukan negosiasi berdasarkan kepentingan mereka daripada posisi tertentu yang sudah tetap. Kemudian melancarkan proses kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak atau semua pihak.
d. Teori identitas
Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh identitas yang terancam, yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan di masa lalu yang tidak diselesaikan.
Sasaran: melalui fasilitas lokakarya dan dialog antara pihak-pihak yang mengalami konflik, sehingga dapat mengidentifikasi ancaman dan ketakutan di antara pihak tersebut dan membangun empati dan rekonsiliasi di antara mereka.
e. Teori kesalahpahaman antarbudaya
Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh ketidakcocokan dalam cara-cara komunikasi di antara berbagai budaya yang berbeda.
Sasaran: menambah pengetahuan kepada pihak yang berkonflik mengenai budaya pihak lain, mengurangi streotip negatif yang mereka miliki tentang pihak lain, meningkatkan keefektifan komunikasi antarbudaya.
f. Teori transformasi konflik
Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh masalah-masalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosial, budaya dan ekonomi.
Sasaran: mengubah struktur dan kerangka kerja yang menyebabkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan termasuk kesenjangan ekonomi, meningkatkan jalinan hubungan dan sikap jangka panjang di antar pihak yang berkonflik, mengembangkan proses dan sistem untuk mempromosikan pemberdayaan, keadilan, perdamaian, pengampunan, rekonsiliasi, pengakuan.
Sumber:
http://jepits.wordpress.com/2007/12/19/manajemen-konflik-definisi-dan-teori-teori-konflik/
Menurut Ross (1993) bahwa manajemen konflik merupakan langkah-langkah yang diambil para pelaku atau pihak ketiga dalam rangka mengarahkan perselisihan ke arah hasil tertentu yang mungkin atau tidak mungkin menghasilkan suatu akhir berupa penyelesaian konflik dan mungkin atau tidak mungkin menghasilkan ketenangan, hal positif, kreatif, bermufakat, atau agresif. Manajemen konflik dapat melibatkan bantuan diri sendiri, kerjasama dalam memecahkan masalah (dengan atau tanpa bantuan pihak ketiga) atau pengambilan keputusan oleh pihak ketiga. Suatu pendekatan yang berorientasi pada proses manajemen konflik menunjuk pada pola komunikasi (termasuk perilaku) para pelaku dan bagaimana mereka mempengaruhi kepentingan dan penafsiran terhadap konflik.
Fisher dkk (2001:7) menggunakan istilah transformasi konflik secara lebih umum dalam menggambarkan situasi secara keseluruhan.
* Pencegahan Konflik, bertujuan untuk mencegah timbulnya konflik yang keras.
* Penyelesaian Konflik, bertujuan untuk mengakhiri perilaku kekerasan melalui persetujuan damai.
* Pengelolaan Konflik, bertujuan untuk membatasi dan menghindari kekerasan dengan mendorong perubahan perilaku positif bagi pihak-pihak yang terlibat.
* Resolusi Konflik, menangani sebab-sebab konflik dan berusaha membangun hubungan baru dan yang bisa tahan lama diantara kelompok-kelompok yang bermusuhan.
* Transformasi Konflik, mengatasi sumber-sumber konflik sosial dan politik yang lebih luas dan berusaha mengubah kekuatan negatif dari peperangan menjadi kekuatan sosial dan politik yang positif.
Tahapan-tahapan diatas merupakan satu kesatuan yang harus dilakukan dalam mengelola konflik. Sehingga masing-masing tahap akan melibatkan tahap sebelumnya misalnya pengelolaan konflik akan mencakup pencegahan dan penyelesaian konflik.
Sementara Minnery (1980:220) menyatakan bahwa manajemen konflik merupakan proses, sama halnya dengan perencanaan kota merupakan proses. Minnery (1980:220) juga berpendapat bahwa proses manajemen konflik perencanaan kota merupakan bagian yang rasional dan bersifat iteratif, artinya bahwa pendekatan model manajemen konflik perencanaan kota secara terus menerus mengalami penyempurnaan sampai mencapai model yang representatif dan ideal. Sama halnya dengan proses manajemen konflik yang telah dijelaskan diatas, bahwa manajemen konflik perencanaan kota meliputi beberapa langkah yaitu: penerimaan terhadap keberadaan konflik (dihindari atau ditekan/didiamkan), klarifikasi karakteristik dan struktur konflik, evaluasi konflik (jika bermanfaat maka dilanjutkan dengan proses selanjutnya), menentukan aksi yang dipersyaratkan untuk mengelola konflik, serta menentukan peran perencana sebagai partisipan atau pihak ketiga dalam mengelola konflik. Keseluruhan proses tersebut berlangsung dalam konteks perencanaan kota dan melibatkan perencana sebagai aktor yang mengelola konflik baik sebagai partisipan atau pihak ketiga.
Teori-teori Konflik
Teori-teori utama mengenai sebab-sebab konflik adalah:
a. Teori hubungan masyarakat
Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terus terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan di antara kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat.
Sasaran: meningkatkan komunikasi dan saling pengertian antara kelompok yang mengalami konflik, serta mengusahakan toleransi dan agar masyarakat lebih bisa saling menerima keragaman yang ada didalamnya.
b. Teori kebutuhan manusia
Menganggap bahwa konflik yang berakar disebabkan oleh kebutuhan dasar manusia (fisik, mental dan sosial) yang tidak terpenuhi atau dihalangi. Hal yang sering menjadi inti pembicaraan adalah keamanan, identitas, pengakuan, partisipasi, dan otonomi.
Sasaran: mengidentifikasi dan mengupayakan bersama kebutuhan mereka yang tidak terpenuhi, serta menghasilkan pilihan-pilihan untuk memenuhi kebutuhan itu.
c. Teori negosiasi prinsip
Menganggap bahwa konflik disebabkan oleh posisi-posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak-pihak yang mengalami konflik.
Sasaran: membantu pihak yang berkonflik untuk memisahkan perasaan pribadi dengan berbagai masalah dan isu dan memampukan mereka untuk melakukan negosiasi berdasarkan kepentingan mereka daripada posisi tertentu yang sudah tetap. Kemudian melancarkan proses kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak atau semua pihak.
d. Teori identitas
Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh identitas yang terancam, yang sering berakar pada hilangnya sesuatu atau penderitaan di masa lalu yang tidak diselesaikan.
Sasaran: melalui fasilitas lokakarya dan dialog antara pihak-pihak yang mengalami konflik, sehingga dapat mengidentifikasi ancaman dan ketakutan di antara pihak tersebut dan membangun empati dan rekonsiliasi di antara mereka.
e. Teori kesalahpahaman antarbudaya
Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh ketidakcocokan dalam cara-cara komunikasi di antara berbagai budaya yang berbeda.
Sasaran: menambah pengetahuan kepada pihak yang berkonflik mengenai budaya pihak lain, mengurangi streotip negatif yang mereka miliki tentang pihak lain, meningkatkan keefektifan komunikasi antarbudaya.
f. Teori transformasi konflik
Berasumsi bahwa konflik disebabkan oleh masalah-masalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosial, budaya dan ekonomi.
Sasaran: mengubah struktur dan kerangka kerja yang menyebabkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan termasuk kesenjangan ekonomi, meningkatkan jalinan hubungan dan sikap jangka panjang di antar pihak yang berkonflik, mengembangkan proses dan sistem untuk mempromosikan pemberdayaan, keadilan, perdamaian, pengampunan, rekonsiliasi, pengakuan.
Sumber:
http://jepits.wordpress.com/2007/12/19/manajemen-konflik-definisi-dan-teori-teori-konflik/
Langganan:
Postingan (Atom)